Jadi makin pengen kerja di finance nih gara2 bang andika bocun.
do not read more if you aren’t ready
itu emas ga diatur secara global oleh manusia, tapi teratur sendiri dari harga2 lain yang berhubungan. diatur sih, tapi pake sistem deviasi oleh profesional, kalo diatur terlalu tinggi jelas banyak yang jual, kalo terlalu rendah ntar banyak yang beli, so si harga emas ga diatur manusia, teratur sendiri oleh harga lainnya.btw harga emas dunia itu sama, tapi harga emas tiap negara bisa agak beda, di afrika contohnya emas (atau berlian) di jalanan biasa jauh lebih murah dibanding harga emas dunia, mereka lebih butuh air, makanan, dan tanah (kekuasaan).
menurut saya yang salah adalah manusia bikin uang kertas dan nganggep punya uang kertas lebih mudah diatur dibanding uang jenis lain. uang kertas punya biaya pembuatan yang rendah dengan harga penukaran yang lebih tinggi, beda sama uang dirham atau uang2 logam lain yang harga pembuatannya sama atau mirip dengan harga penukarannya. Sehingga, orang yang punya hak buat bikin uang dan menampung uang dalam jumlah besar (walaupun sementara), seperti bank, bisa mengelola dan menghancurkan ekonomi orang banyak atau bahkan negara. uang menurut para pemain finance hanya sekedar barang, yang langka atau tidaknya berpengaruh kepada nilai tukarnya terhadap barang atau mata uang lain. mereka bisa monopoli uang, menurut saya ini jenis monopoli paling susah tapi paling legal diatas kertas. lucu kalo dipikir2 monopoli barang biasanya harus kehilangan suatu harta misalnya uang, tapi monopoli uang ga harus hilang harta sama sekali, cuma tenaga sama pikiran, mungkin.
Uang seperti dinar dan dirham ga banyak turun dan naik nilai tukar barangnya. setau saya, harga sapi untuk dinar masih segitu2 aja, cuma paling naik turun karena langkanya sapi atau ngga dan bulan2 butuh sapi dan kurang butuh. opini saya sih karena emang emas ga bisa dibuat, juga ga bisa dihilangkan, kecuali di monopoli, (ada yang kuat emang monopoli emas?)
opini saya:1. dengan sedikit usaha, (sekelompok) orang yang punya uang banyak bisa bikin uangnya tetap banyak, atau malah memperbanyak uang tersebut.
2. mindset orang buat mengumpulkan dan menimbun harta (uang) sebanyak2nya bikin ekonomi dunia kaya sekarang ini, mending invest ke sesuatu yang berbau pengembangan2 (teknologi misalnya), rugi harta juga dpt pahala (lapangan kerja, khalifah di muka bumi)
3. orang2 latar belakang teknik, lebih capable mengurusi masalah beginian (ekonomi finance) dibanding yang S1 dari ekonomi.
4. cara neken kenaikan harga barang adalah dengan pelit ke orang kaya (dan dermawan ke orang miskin). kalo yang jual orang kaya, beli pake uang yang sesedikit mungkin, bikin harga pasar turun (jgn ampe yg jual rugi tapi) sampe efisiensi uang (barang banding uang) yang tinggi.
5. gada di kamus membuang2 uang, ada juga hambur2 harta atau boros, uang dipake beli apapun bakal muter terus. uang yang dibakar (beneran) bakal bikin uang lain (mata uang sama) naik harganya, uang tuh cuma barang, pengukur kekayaan dan alat tukar.
masih mikirin gmn nyari banyak uang abang2 kaka2?
kata mas Shindu, ‘mau kaya kerja di finance aja, kita cuma keliatan keren padahal kita cuma pekerja’. *tapi seengganya kita mikirin gimana nyediain energi buat manusia, ga mikirin gimana nyari duit doang.
ga menarik abaikan, menarik telaah.
Saya pasti salah. uang saya masih dikit. CMIIW.
Mochamad Luthfan Fauzi Akbar
12208001
Program Studi Teknik Perminyakan
Institut Teknologi Bandung