permainan itu ringan

di suatu simulasi ditunjukkan pemenuhan energi melalui minyak dan gas jauh lebih efisien dan menguntungkan, energi per satuan uang. Cara penggunaannya pun lebih mudah, konversi energi minyak dan gas secara keseluruhan lebih efisien, ke kalor, listrik, dan gerak misalnya. Energi per satuan volume nya lebih besar, mungkin lebih kecil dari nuklir namun penggunaannya lebih mudah dan lebih tidak berbahaya.

di suatu game RTS tergambarkan penggunaan beralih dari kayu (timber) ke minyak (oil) sebagai bahan utama pembangunan dan kebutuhan hidup saat era industri dimulai. Semua negara berebut minyak dan meninggalkan kebutuhan bersaing lainnya, makanan, mineral batuan, dll. Bahkan minyak datang dengan harga yang tinggi, 2 kali lipat harga kebutuhan lainnya saat segala teknologi mendukung dan membutuhkannya.

mungkin dahulu pengguna dan pengembang benda berbahan minyak atau bahkan minyak bumi itu ditertawai. saat itu mungkin pria tergagah adalah pria yang pandai menggunakan pedang.

mungkin dahulu pengguna dan pengembang benda seni dan sains sekaligus itu ditertawai. saat itu mungkin pria tergagah adalah pria yang mendukung agamanya mati-matian saat minim sekali kerukunan antar agama.

mungkin dahulu pengguna dan pengembang benda berbahan batu bara itu ditertawai. saat itu mungkin pria tergagah adalah pria yang menggunakan suaranya untuk membujuk banyak orang.

mungkin sekarang ini adalah saat dimana minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan. pengguna dan pengembang energi lain gimana? ada dukungan buat mereka? perlu pukulan bahwa energi fosil perlahan habis dan menjadi krisis dunia?

yang mau habis itu energi fosil yang konvensional. cadangan konvensional secara cepat terpakai lebih dari setengahnya hanya selama 200 tahun dari beratusratus bahkan beriburibu tahun manusia beradab hidup.

konvensional itu sulit dicari, mudah digunakan. sulit dicari. tapi cadangan minyak dan gas justru lebih besar pada cadangan yang sulit diambil atau yang sulit digunakan. gas hydrat, shale gas, shale oil. pengembangannya mungkin dulu ditertawai, tapi sekarang diterapkan matimatian. era kejayaan timur tengah akan minyak dan gas konvensional mungkin akan segera berakhir, cadangan minyak terbesar sekarang dimiliki Kanada karena minyak non-konvensionalnya.

perlu lompatan besar untuk merubah energi pokok dari kayu dan batubara menjadi minyak dan gas. bahkan dari minyak menjadi gas. minyak tanah menjadi LPG di Indonesia contoh lucunya. lucu soalnya susah gantinya padahal negara ini lebih kaya gasnya daripada minyaknya. mungkin kalo dulu namanya Pertagasa mungkin gas akan lebih mudah maju. Saya baru sadar bahkan sebenarnya gas tidak punya tempat pada nama pertamina, nebeng, doang, maksa, nyempil. gasnya dijual ke luar negeri, minyaknya ngimpor. yang murah dijual yang mahal diimpor. termasuk panas bumi, cadangan terbesar dunia ada di Indonesia, 40% cadangan dunia, ada wacana bahkan kebutuhan listrik dunia dapat dipenuhi oleh seluruh cadangan panas bumi dunia, tapi di Indonesia masih wacana.

sebagai negara dengan segala hal yang beragam, energi, budaya, bahkan jenis flora dan fauna, Indonesia memilih mengikuti perkembangan zaman. lucu bahkan mengikuti perkembangan zaman itu dianggap hal yang baik di Indonesia. “ah lu ga ngikut perkembangan zaman lu”. haha. Indonesia harusnya yang terdepan dalam zaman yang berkembang. apa yang ga punya? salju doang mungkin? yang bahkan mungkin baru setengah abad salju dianggap “fun” dan “menarik”. mengikuti perkembangan zaman, zaman butuh minyak kita ngikut, zaman tau minyak mahal gas murah kita baru pake gas. sistem belajar manusia yang mirip binatang, yaitu trial and error, tidak dibarengi sistem mahluk berakal yaitu berkomunikasi secara intelek, bukan untuk keuntungan semata. negara ini makan error-error nya negara lain mentah-mentah dan baru bergerak setelah merasa error itu gak enak, sama seperti yang dilakukan negara maju berpuluh-puluh tahun sebelumnya, sayang mereka makan error mereka sendiri baru maju. ini yang bikin ga bisa gerak lebih cepet, ga bisa maju lebih dulu.

minyak dan gas, secara baik diberikan (atau dibertahukan) Yang Maha Kuasa, pada saat yang tepat, atau mungkin tidak tepat? sebelum manusia terlalu banyak, sesaat setelah ide-ide gila manusia berkembang. terbang melewati lautan, bergerak dengan kecepatan suara, atau mungkin memiliki kota yang terang pada malam hari. tapi mungkin penggunaannya berlebihan, terlalu berlebihan sehingga menimbulkan ketergantungan, terlalu berlebihan sehingga tidak sempat mencari energi lain, terlalu berlebihan sehingga manusia nyaman secara tidak wajar pada sumber energi tersebut. seperti anak kecil pertama menemukan es krim. atau mungkin tidak seperti itu sama sekali.

tapi ternyata penggunaan energi secara tidak merata merupakan bom waktu yang berdetik. setiap energi punya kelemahan dan kelemahan tersebut adalah bencana jika ternyata terakumulasi secara berlebihan. ‘ambil gas hidrat sekarang! atau tidak sama sekali, maksudku tidak sama sekali adalah kalian tidak akan butuh energi lagi’. penggunaan energi dan peningkatan jumlah manusia menimbulkan peningkatan suhu global, mencairkan es, meningkatkan level air laut, menaikkan tekanan bawah laut, menggeser kurva tekanan temperatur hidrat sehingga gas hidrat dapat keluar dari perangkapnya dengan mudah. gas hidrat sendiri adalah gas dominasi metana, yang jika terlepas ke atmosfir lebih berbahaya dibanding CO2, gas hasil penggunaan (pembakaran) bahan bakar fosil, termasuk metana. suhu global makin naik gas metan makin mudah keluar.  ’ambil gas hidrat sekarang! atau tidak sama sekali, maksudku tidak sama sekali adalah kalian tidak akan butuh energi lagi’. suatu simulasi bahkan menunjukkan pentingnya diversifikasi energi.

setiap sumber energi memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. nuklir kandungan energi tinggi, tidak aman. matahari tersebar diseluruh dunia, tidak dapat digunakan malam atau efisiensi turun saat mendung. jenis energi listrik mudah dialirkan sulit disimpan, jenis energi minyak bumi lebih sulit dialirkan lebih mudah disimpan. dan lain-lain. dan lain-lain.

hemat energi dianggap baik. namun samakan persepsi. kita adalah negara dengan penggunaan energi yang cukup rendah. termasuk energi minyak dan gas. sebagai negara berkembang wajar jika penggunaan energi negara tinggi dan meningkat. namun kemana perginya energi negara ini? sinetron? geng motor? dugem? mungkin hemat energi bisa menjadi baik jika berarti menggunakan energi sebaikbaiknya, seefisien mungkin, sebergunamungkin. bukan berarti orang yang tidak tinggal di kota membuat energi per kepala di negara ini rendah sehingga menjadi hak orang yang tinggal di kota untuk membuangbuang energi.

ternyata sudah cukup banyak orang yang sadar, bahwa negara bisa maju jika setiap rakyat (anggota negara) memiliki rencana-rencana baik untuk hidupnya. bahkan mereka yang tidak berencana sudah disindir dengan program Keluarga Berencana. ‘kalo ga punya rencana hidup, ga usah beranak’ mungkin pantas jika ingin kasar. hak manusia terlihat terlalu gampangan. kemampuan mahluk hidup yaitu memiliki keturunan, seharusnya tidak dianggap hak setiap manusia yang asal diambil. hak untuk memiliki penghidupan yang layak. hak. hak. kewajiban? ‘lahir tidak menjadi beban itu mungkin tidak pernah terjadi’, sayangnya tidak banyak yang berkembang menjadi ‘hidup meringankan beban’. mudah saja, saling merasa bertanggung jawab. bahkan kepada negara sendiri. yang tanahnya rela diinjak-injak, airnya rela diminum, kekayannya rela dimakan. saat kita tau bahwa kita bertanggung jawab akan setiap benda yang kita ambil, kita akan tahu kita dihidupkan dan dihidupi oleh kekayaan bumi, dan mungkin beberapa saat setelah itu, mungkin saat itu juga, kita akan mencari siapa sebenarnya pemilik bumi, dan berterimakasih kepada-Nya.

still, why are we here?

‘one thing lead to another’