Hampir setiap anak di Indonesia pasti klo disuruh gambar pemandangan, pasti ini yang keluar… ADA APA DENGAN 2 GUNUNG YANG MENCOS, DITENGAHNYA ADA MATAHARI, TERUS ADA JALAN MENUJU 2 GUNUNG ITU !?!?!?!?!?!?!? xixixixixi :D
hahaiii ..
aku juga !!
^_^this. is. relevant.
saya mendapatkan pelajaran dan mempelajari fenomena ini selama dua semester di kuliah yang diajar oleh seorang profesor , sebuah kesalahan metode pendidikan sejak dini di Indonesia … .
salah satu hal yang saya bisa ambil pelajaran adalah ( sebuah pendapat pribadi ) , gambar ini muncul dan terus muncul , membuat anak2 lupa bahwa Indonesia , negerinya , buminya , sebenarnya adalah Negara Kelautan , Indonesia pada masa kerajaan sangat kuat dalam maritim. Ilmu kelautan dan kekuatan maritim sangat ditakuti , tapi semua berubah ketika negara api menyerang , yaitu kolonial penjajah pada waktu itu , kekuatan maritim diperlemah , kapal2 hanya boleh dibuat dengan batas ukuran tertentu , pendidikan dan pengetahuan yang diberikan kepada orang-orang bahwa Indonesia adalah negara pertanian , yang fokus ke daratan , semuanya pertanian , sehingga kita saksikan sekarang ini , yang terjadi , negera kita adalah negara maritim , yang luas laut nya lebih luas dari luas daratan , dan sayang sekali , kekuatan maritim kita sangat lemah (kasus sipadan-ligitan-pelanggaran zona-dsb) dan sangat fokus terhadap daratan , yang dulu pertanian , kini semua diubah ke industri . Negeri ini lupa akan jati dirinya …
Anak-anak tidak pernah mengenal laut dan tidak mampu membayangkan laut dengan segala macam isinya , yang dia gambar hanyalah pertanian dan itu juga SAWAH
Anak-anak , saat menggambar di waktu kecil , lebih banyak mencontoh gambar jadi , kreatifitasnya tidak terasah dengan baik , dia terkungkung dengan sistem bahwa JAWABAN DIA HARUS SAMA DENGAN YANG DIKATAKAN GURU dan SAMA DENGAN YANG DITULIS DI BUKUdia tidak mampu mencari kesimpulan sendiri dan lebih banyak meniru bahwa yang BANYAK adalah benar , padahal dalam menggambar tidak ada benar dan salah
anak-anak , pada masa nya , takut untuk mengeluarkan imajinasinya yang bertentangan dengan keadaan sekitar lewat gambarnya , anak-anak takut karena gambarnya akan dicap jelek-dsb , ketakutan untuk memunculkan ide-ide itu , akan berdampak sampai dia dewasa-kemudian tua , otak kanan yang berisi cita-rasa-seni-warna-kreatifitas-daya cipta tidak terakomodasi dengan baik :(
ini kalo dijabarkan panjang banget :)
mudah2an guru2 kita bisa jadi guru yang teladan.
saat guru dan murid berbeda pendapat, guru tidak selalu benar murid pun tidak selalu salah.
yang saya dengar, manusia tiap generasi itu semakin pintar, dari volume otaknya, mampukah guru2 kita mendidik manusia yang lebih pintar dari mereka?
